Yes! Bunga KUR 2018 Turun Jadi 7% Per Tahun

Upaya pemerintah Indonesia dalam memaksimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dilakukan. Berbagai gagasan dan perubahan baru mulai dari skema penyaluran hingga racikan plafon kredit yang pas terus dilakukan Komite Kebijakan. Perlu kita ketahui bahwa salah satu tugas Komite Kebijakan KUR yang terdiri dari Menteri dan Ketua Lembaga Non Menteri yakni merumuskan dan menetapkan kebijakan pembiayaan bagi UMKM. Wajar jika sejak bulan Oktober Komite Kebijakan telah melakukan koordinasi untuk menetepkan kebijakan penyaluran KUR 2018.

Penetapan bunga KUR 2018 jadi 7% per tahun dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku ketua Komite Kebijakan dalam rapat yang diselenggarakan pada tanggal 27 oktober. Dengan ditetapkannya bunga KUR sebesar 7% efektif per tahun berarti secara signifikan pemerintah telah memangkas suku bunga KUR sebesar 2% dari sebelumnya 9% per tahun. Langkah ini diambil dalam rangka mendukung pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Target Penyaluran KUR 2018

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian tersebut juga menghasilkan beberapa keputusan salah satunya mengenai peningkatan porsi penyaluran KUR di sektor produksi. Khusus bagi sektor produksi pertanian, konstruksi, perikanan, jasa produksi, dan industri pengolahan pemerintah mentargetkan porsi penyaluran sebesar 50% dari target total penyaluran Rp 120 triliun.

Keputusan untuk menaikkan plafon pembiayaan di sektor produksi didorong atas persoalan yang selama ini terjadi di lapangan. Lebih lanjut, persoalan di lapangan selama ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM khususnya di sektor produksi lebih sulit mendapatkan pembiayaan dari perbankan lantaran risiko usaha yang lebih besar jika dibandingkan dengan sektor perdagangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Kebijakan KUR Darmin Nasution mengatakan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus di dorong ke sektor produksi. Tujuannya tidak lain agar program kredit atau pembiayaan dari pemerintah dengan suku bunga rendah ini dapat dirasakan oleh UMKM.

Skema KUR Khusus untuk Sektor Perkebunan dan Peternakan Rakyat

Skema KUR baru yakni KUR Khusus pembiayaan bagi sektor perkebunan dan peternakan rakyat telah disiapkan guna mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat bagi sektor produksi. KUR Khusus merupakan skema pembiayaan bagi kelompok usaha bersama dalam bentuk klaster yang memanfaatkan metode mitra usaha di sektor perkebunan dan peternakan rakyat.

“Penyaluran KUR harus terus kita dorong ke sektor produksi, agar program kredit/pembiayaan dari pemerintah dengan suku bunga rendah ini dapat dinikmati oleh UMKM,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan tertulis (27/10).

Rencananya KUR Khusus akan diberikan dengan plafon kredit Rp 25 juta s.d Rp 500 juta bagi setiap personal anggota kelompok usaha. Disisi lain besaran penyaluran dana KUR 2018 akan ditetapkan bagi masing-masing Penyalur KUR 2018 baik bank maupun non perbankan.

7 Perubahan Ketentuan KUR 2018

Meski belum ditetapkan dalam bentuk Peraturan Menteri (PerMen) Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM telah memberikan bocoran terhadap perubahan ketentuan Kredit Usaha Rakyat 2018. Berikut 7 perubahan tersebut:

  1. Pengaturan plafon KUR Mikro untuk sektor produksi sebesar maksimum Rp 25 juta per musim tanam atau 1 siklus produksi tanpa pembatasan total akumulasi plafon, sedangkan KUR Mikro untuk sektor non produksi memiliki total akumulasi plafon sebesar Rp 100 juta;
  2. Penambahan kelompok usaha sebagai calon penerima KUR;
  3. Skema KUR Multisektor untuk mengakomodir penyaluran pada lebih dari 1 sektor ekonomi, mekanisme bayar setelah panen (yarnen) dan grace period;
  4. Penyaluran KUR yang diperbolehkan bersamaan dengan kepemilikan kartu kredit dan sistem resi gudang;
  5. Struktur biaya KUR Penempatan TKI;
  6. KUR untuk optimalisasi KUBE; dan
  7. KUR untuk masyarakat daerah perbatasan.

Ketujuh peraturan KUR di atas merupakan peraturan yang mendapatkan perubahan.

Dengan perubahan ketentuan serta diturunkannya bunga KUR 2018 diharapkan program pembiayaan dari pemerintah dengan bunga rendah tersebut semakin dirasakan manfaatnya oleh UMKM di Indonesia.

3 Besar Lembaga Keuangan Penyalur KUR

Tertanggal 30 September penyaluran dana KUR yang dilakukan oleh lembaga penyalura telah mencapai Rp 69,7 triliun atau sekitar 65,3% dari target total penyaluran Rp 106,6 triliun. Berikut 3 besar lembaga keuangan penyalur dana KUR:

  1. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total penyaluran Rp 52,19 triliun.
  2. Bank Mandiri dengan total penyaluran Rp 9,1 triliun.
  3. Bank Negara Indonesia (BNI) dengan total penyaluran Rp 5,4 triliun.

Selain tersalurkan melalui ketiga perbankan di atas sebagian penyaluran Kredit Usaha Rakyat juga dilakukan oleh perbankan lain seperti BPD, BRI Syariah, Bank Central Asia, dan bank umum swasta lainnya. Dengan demikian dalam tiga bulan terakhir Oktober – Desember penyaluran KUR masih tersisa sekitar 44,7% dari Rp 106,6 triliun.