Plafon KUR 2019 Naik Jadi Rp 140 Triliun, Bunga Tetap 7%

Diposting pada
 Ajukan Pinjaman

Plafon KUR tahun depan telah ditetapkan Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM sebesar Rp 140 triliun. Jika dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 123 triliun, plafon tahun 2019 meningkat sekitar 13,82% atau Rp 17 triliun. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir Komite telah menyepakati plafon penyaluran KUR 2019 sebesar Rp 140 triliun dengan bunga 7%, seperti dikutip halaman merdeka (28/12).

Peningkatan plafon KUR dipertimbangkan berdasar beberapa aspek mulai dari pertumbuhan ekonomi selama 2018 sekitar 5,2% hingga pertumbuhan kredit UMKM yang menyentuh 8,48%. Selain itu, tetap terjaganya tingkat inflasi pada posisi 2,88% hingga bulan September juga menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan plafon penyaluran Kredit Usaha Rakyat tahun depan. Perkiraan pertumbuhan KUR 2019 mencapai 12 persen sehingga plafon Rp 140 triliun merupakan jumlah yang tepat untuk disalurkan.

kur 2019 bunga 7%

Alokasi Dana KUR 2019 untuk Sektor Produksi 60 Persen

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, pemerintah menetapkan subsidi bunga KUR tahun depan hampir mencapai Rp 12,2 triliun tepatnya Rp 11,989 triliun. Dari target penyaluran KUR 60% diantaranya dialokasikan bagi sektor produksi. Sektor produksi yang masuk sebagai penerima dana KUR diantaranya seperti sektor pertanian, industri, sektor kontruksi, perikanan, dan sektor jasa.

Guna meningkatkan penyaluran KUR tahun depan, pemerintah akan menerapkan beberapa strategi. Salah satunya dengan memberikan sanksi bagi penyalur KUR yang tidak dapat memenuhi penyaluran bagi sektor produksi sebesar 50% pada tahun ini. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seperti dilansir halaman republika (28/12).

Disamping itu, skema KUR bagi para Pensiunan juga sempat diusulkan oleh Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM. Lebih lanjut, skema KUR bagi Pensiunan yang diusulkan akan diberikan bagi para pensiunan maupun pegawai yang telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) khususnya mereka yang memiliki usaha produktif.

Beberapa perbankan telah menyusun strategi penyaluran KUR 2019. Salah satu diantaranya ialah Bank BNI yang akan menggenjot penyaluran KUR di sektor produktif agar mencapai 60%. Baca juga: Jatah Dana KUR BNI 2019 Naik.

Menurut Iskandar Simorangkir, hingga akhir November realisasi penyaluran KUR tahun ini telah mencapai Rp 118 triliun atau 95,7% dari target penyaluran 2018 sebesar Rp 123,801 triliun. Dari total realisasi tersebut masih didominasi skema KUR Mikro dengan besaran 65,8% kemudian diikuti skema KUR Kecil sebesar 33,9%, dan KUR bagi TKI 0,3%.

Dilihat dari sektor ekonomi, penyaluran KUR bagi sektor produksi telah mencapai 45,6%. Angka tersebut telah mendekati target penyaluran bagi sektor produksi sebesar 50% di tahun ini.