Pengertian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Manfaatnya Bagi UMKM

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pembiayaan modal kerja dan investasi dengan subsidi suku bunga dari pemerintah. Program ini telah berjalan sejak tahun 2007 dan semakin dirasakan manfaatnya bagi kalangan pengusaha sektor produktif dan perdagangan.

Sejak tahun 2007 pemerintah telah memberikan perhatian khusus bagi pelaku UMKM dengan menyediakan akses pembiayaan modal kerja dan investasi. Sebagaimana yang kita ketahui, selama ini UMKM memiliki keterbatasan akses dalam mencari pinjaman produktif ke perbankan. Hal ini dikarenakan mayoritas UMKM belum layak mengajukan kredit produktif yang ditawarkan oleh perbankan (Belum bankable).

Menariknya semenjak tampuk kekuasaan presiden diduduki oleh Ir. Joko Widodo seolah program KUR menjadi salah satu program unggulan dan semakin diperhatikan keberadaannya. Terbukti dengan kebijakan komite yang menurunkan suku bunga KUR di tahun 2016 menjadi 9% per tahun dan kembali memangkas bunga di tahun 2018 jadi 7% p.a.

Selain diberikan kemudahan dalam memperoleh pinjaman modal kerja dan investasi penerima dana KUR juga mendapatkan subsidi suku bunga yang masing-masing besarannya telah ditetapkan melalui peraturan. Dalam skema penyaluran dana, pemerintah mengelompokkan KUR menjadi beberapa jenis diantaranya sebagai berikut:

  • Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro
  • Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ritel
  • Kredit Usaha Rakyat bagi TKI

Ketiga jenis KUR di atas dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai calon penerima pinjaman.

Manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bagi UMKM

Secara garis besar pemanfaatan kredit usaha rakyat dapat dibagi menjadi dua.

1. Sebagai Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja (KMK) telah dikenal sebagai salah satu produk produktif yang khusus ditujukan untuk pembiayaan suatu usaha. Melalui pengajuan KUR UMKM bisa memperoleh kredit modal kerja dengan plafon maksimal Rp 25 juta untuk jenis Mikro, dan di atas Rp 25 juta hingga Rp 500 juta untuk jenis Ritel. Baca: Tabel KUR BRI 2018


Dengan adanya fasilitas pinjaman produktif berbunga rendah tersebut kita khususnya yang berstatus sebagai pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman guna mengembangkan usaha seperti membeli bahan mentah, membuka cabang baru, membeli alat produksi, dan lain sebagainya. Sementara bagi segmen produksi di bidang perikanan, peternakan, dan kelautan program ini memungkinkan diajukan dengan skema angsuran musiman.

2. Sebagai Sumber Kredit Investasi

Kredit investasi adalah pinjaman yang ditujukan bagi debitur dalam rangka modernisasi usaha, perluasan bisnis, membeli mesin, tanah maupun membangun pabrik. Melalui Kredit Usaha Rakyat masyarakat juga bisa mengajukan pinjaman untuk keperluan investasi dengan jangka waktu maksimal 4 tahun untuk jenis KUR Mikro dan maksimal 5 tahun untuk jenis KUR Ritel.

Dengan memahami ulasan di atas terkait pengertian Kredit Usaha Rakyat dan manfaatnya bagi UMKM kita dapat memilih jenis KUR mana yang paling cocok untuk kita ajukan.