Perbedaan KUR Mikro & KUR Ritel BRI

Mungkin ada diantara sobat semua yang belum tahu perbedaan KUR Mikro dan KUR Ritel BRI. Sebagai pelaku usaha tentu kita harus jeli dalam mencari pinjaman modal agar tidak merugikan diri sendiri sekaligus mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perkembangan bisnis kita.

Kesalahan dalam mencari pinjaman bisa jadi malah membuat kita merasa terbebani dengan angsuran bulanan karena bunga yang terlampau tinggi. Untungnya pemerintah Indonesia saat ini cukup memberikan perhatian terhadap pelaku usaha khususnya di sektor UMKM dengan mempermudah pengajuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik melalui bank penyalur salah satunya yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Program pemerintah dalam bentuk kredit modal kerja dan investasi ini menjadi salah satu pinjaman modal bunga paling rendah. Bagaimana tidak, setelah menurunkan bunga dari 12 persen per tahun menjadi 9% per tahun pemerintah melalui Komite Kebijakan kembali menurunkan suku bunga KUR jadi 7% per tahun. Suku bunga ini akan berlaku awal 2018 dalam semua jenis kredit usaha rakyat termasuk pengajuan KUR Mikro & Ritel BRI. (Baca: Pinjaman BRI 2018)

Perbedaan KUR Mikro & KUR Ritel BRI

KUR Mikro dan KUR Ritel menjadi dua jenis Kredit Usaha Rakyat yang paling banyak diminati masyarakat khususnya pelaku usaha yang membutuhkan pinjaman modal. Namun demikian mungkin ada diantara anda yang belum mengetahui perbedaan antara kedua jenis KUR tersebut.

Baca: KUPEDES BRI 2018

Sebelum membahas mengenai perbedaan Kredit Usaha Rakyat Mikro dan Ritel tidak ada salahnya bila kita perhatikan kembali syarat dan ketentuan masing-masing pinjaman tersebut:

KUR Mikro BRI

Kredit Usah Rakyat Mikro adalah salah satu jenis KUR yang disalurkan oleh Bank BRI. Berikut ketentuan utama dalam mengakses KUR Mikro:

Plafon Maksimal
Rp 25 juta per debitur
Jangka Waktu Maksimal
3 (tiga) tahun sebagai Kredit Modal Kerja
5 (lima) tahun sebagai Kredit Investasi
Suku Bunga

Agunan
Sesuai ketentuan dan kebijakan BRI

KUR Ritel BRI

Meski secara persyaratan tidak berbeda jauh dengan KUR Mikro namun ada poin-poin utama yang membedakan KUR Ritel dengan KUR Mikro yang dapat kita lihat dalam ketentuan KUR Ritel berikut ini:

Plafon Pinjaman
> Rp 25 juta - Rp 500 juta per debitur
Jangka Waktu Maksimal
4 (empat) tahun sebagai Kredit Modal Kerja
5 (lima) tahun sebagai Kredit Investasi
Suku Bunga
9% efektif per tahun/ 0,41% flat per bulan
Agunan
Sesuai ketentuan dan kebijakan BRI

Dari syarat dan ketentuan di atas dapat kita ketahui bahwa antara KUR Mikro dan KUR Ritel terdapat perbedaa diantaranya sebagai berikut:

PerbedaanKUR MIKROKUR RITEL
Plafon kredit
Maksimal Rp 25 Juta
> Rp 25 Juta - RP 500 Juta
Tenor Maskimal
Kredit Modal Kerja
3 Tahun
4 Tahun
Kredit Investasi
5 Tahun
5 Tahun

Nah dari tabel perbedaan di atas dapat kita ketahui bahwa perbedaan mencolok antara KUR Mikro BRI dan KUR Ritel yakni berada pada jumlah plafon kredit serta tenor pinjaman khusus kredit modal kerja. Lebih lanjut KUR Mikro hanya dapat diajukan dengan plafon maksimal Rp 25 juta sementara untuk KUR Ritel BRI bisa diajukan di atas Rp 25 juta sampai Rp 500 juta.

Dengan mengetahui perbedaan antara kedua jenis Kredit Usaha Rakyat di atas anda dapat mempertimbangkan antara kebutuhan dan kemampuan pengembalian. Bila anda membutuhkan pinjaman modal usaha di atas Rp 25 juta kami sarankan untuk mengajukan KUR Ritel BRI, namun bila kebutuhan modal anda di bawah Rp 25 juta sebaiknya mengajukan KUR Mikro. Tertarik dengan pinjaman modal bunga paling rendah? Silakan hubungi kantor cabang BRI terdekat untuk memperoleh brosur sekaligus tabel KUR BRI 2018 sebagai gambaran simulasi cicilan bulanan yang harus anda bayarkan.