Sebelum Mengajukan Top Up KTA Perhatikan Dulu Hal ini

Diposting pada

Kredit Tanpa Agunan (KTA) saat ini bisa kita dapatkan hampir dari semua perbankan di Indonesia. Mulai dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Permata Bank, hingga DSB dan Standard Chartered Bank sangat gencar menawarkan pinjaman tanpa agunan melalui produk KTA dengan syarat mudah dan proses tidak lama. Perhitungan bunga pinjaman dan cicilan yang diberlakukan secara tetap menjadi salah satu kemudahan debitur dalam mengatur keuangan pribadi sehingga tidak merasa berat selama proses angsuran berlangsung. Disisi lain fitur Top Up KTA juga kerap ditawarkan oleh bank pada debitur yang membayar angsuran selama tertib dan disiplin.

Dengan mengajukan Top Up KTA seorang debitur akan memperoleh penambahan jumlah pinjaman yang biasanya juga akan berdapkan dengan bertambah panjangnya tenor kredit tersebut. Sebagai gambaran dan pemahaman terhadap fasilitas Top Up tidak ada salahnya jika kita simak ulasan singkat di bawah ini.

 

Apa Itu Top Up KTA?

Istilah Top Up adalah fasilitas penambahan nominal pinjaman bagi nasabah yang telah terdaftar sebagai debitur KTA. Dengan kata lain, Top Up KTA merupakan proses pemberian kredit dengan tujuan menambah jumlah pinjaman seorang debitur. Mengingat fasilitas Top Up sangat berkaitan dengan riwayat pinjaman debitur maka tiap-tiap bank memiliki ketentuan dan kriteria berbeda dalam memberikan fasilitas Top Up kepada debitur.

 

Syarat Top Up KTA

Masing-masing bank seperti DBS, BNI, BCA, BRI, Bank Mandiri dan lain sebagainya memiliki persyaratan berbeda-beda dalam menyediakan fasilitas Top Up Kredit Tanpa Agunan. Bahkan beberapa diantaranya juga terdapat perbedaan dalam menawarkan fasilitas Top Up ada yang bisa diajukan oleh debitur langsung namun ada pula yang hanya bisa diajukan oleh debitur yang memperoleh penawaran khusus. Kendati demikian terdapat beberapa syarat utama yang lazim ditetapkan oleh setiap bank dalam memberikan penambahan kredit berikut beberapa diantaranya:

  • Proses angsuran KTA telah berjalan sesuai ketentuan misalnya telah berjalan selama 6 kali atau 12 kali angsuran.
  • Riwayat pembayaran angsuran lancar dan tertib. Jika seorang debitur yang kerap nunggak pembayaran atau terlambat melakukan angsuran besar kemungkinannya Top Up akan ditolak.
  • Memenuhi syarat pengajuan awal baik rentang usia yang masih memenuhi kriteria, hingga pendapatan yang masih memungkinkan untuk melakukan pembayaran angsuran dalam jangka waktu tertentu.

Meski terlihat simple dan sederhana pengajuan Top Up KTA tidak boleh anda pandang sepele, pasalnya selain diuntungkan dengan penambahan jumlah pinjaman masih cukup banyak poin penting yang sangat berdampak terhadap kondisi keuangan anda. Untuk itu beberapa hal penting di bawah ini perlu anda perhatikan sebelum mengajukan fasilitas Top Up KTA.

top up kta bank

1. Perhitungan Top up KTA

Mekanisme di Indonesia biasanya menggunakan 2 (dua) macam yakni Top Up Penggabungan dan Top Up Pemisahan. Jika pemberian top up dilakukan dengan metode penggabungan berarti pinjaman KTA sebelumnya akan ditutup atau dilunasi menggunakan plafon kredit baru. Sementara itu jika top up diberlakukan secara terpisah maka anda akan memiliki dua pinjaman dan melakukan angsuran dua kali pula. Kendati demikian di Indonesia sendiri fasilitas top up kebanyakan diberikan dengan mekanisme penggabungan sehingga debitur tetap membayar satu angsuran saja.

2. Lama Proses Top Up KTA

Jika anda memiliki kebutuhan mendesak yang harus segera terselesaikan, lama proses pengajuan dan pencairan top up pinjaman juga perlu diperhatikan. Mekanisme pemberian tambahan jumlah pinjaman antar bank membutuhkan waktu berbeda. Maka dari itu jika sekiranya anda membutuhkan pinjaman mendadak dan tidak mungkin menunggu pencairan dana top up tidak ada salahnya mencari alternatif dana cepat lain misalnya dengan menggadaikan BPKB motor di Adira Finance atau mengajukan pinjaman dana melalui perusahaan multi finance lain seperti FIF, BFI Finance, SMS Finance, dan lain sebagainya.

3. Jangka Waktu Kredit Semakin Lama

Dengan memperoleh fasilitas top up anda tidak hanya memiliki hutang yang semakin besar namun juga harus mengangsur pengembalian dana lebih lama. Jika anda saat ini berstatus sebagai debitur KTA dan telah melakukan cicilan selama 12 bulan maka dengan menerima top up waktu pelunasan kredit akan ditambah pula. Untuk itu jangka waktu kredit perlu anda pertimbangkan karena alasan cicilan dan penghasilan serta pengeluaran keluarga. Jika toh ke depan pengeluaran keluarga anda prediksi semakin besar misalnya anak sudah mulai kuliah, atau jumlah anak bertambah maka pengajuan top up kredit sebaiknya anda urungkan.

Dengan memperhatikan beberapa poin penting sebelum mengajukan Top Up KTA di atas anda bisa mempertimbangkan apakah pengajuan layak anda ambil atau tidak. Untuk mengetahui syarat serta mekanisme pemberian top up pinjaman ada baiknya anda hubungi marketing dimana anda memiliki pinjaman entah itu Bank DBS, Permata Bank, Bank Mandiri, BNI, dan lain sebagainya.