Waspada! Izin 5 Fintech Pinjaman Online Ini Dibatalkan OJK

Diposting pada

Sejumlah Fintech penyelenggara pinjam meminjam online mendapat sanksi tegas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam dua bulan antara Juli – Agustus 2018 OJK telah membatalkan status terdaftar enam perusahaan Fintech Peer to Peer Lending. Tindakan tegas OJK diberikan lantaran perusahaan tersebut pergantian pemegang saham tanpa persetujuan dari OJK.

Upaya pembatalan pemberian izin dilakukan karena OJK meyakini bahwa kinerja P2P Lending sangat ditentukan oleh pengendalian di dalamnya mulai dari Direksi dan Komisaris, hingga pemegang saham. Sebagai lembaga yang pengendali idustri Fintech P2P Lending, OJK memiliki otoritas dalam mengendalikan kelembagaan, mengendalikan modal bisnis dan mitigasi risiko, mengendalikan sistem eletronik, pencegahan pencucian uang, hingga memberikan perlindungan konsumen.

Menurut Hendirkus Passagi selaku Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Pengoperasian Fintech P2P Lending harus jelas siapa direksi di dalamnya yang membawahi sejumlah SDM. Meski mayoritas pembatalan izin dilakukan karena pemindahan saham tanpa persetujuan OJK namun beberapa diantaranya ada pula yang mengundurkan diri karena tidak mampu memenuhi aturan OJK sesuai standarisasi ISO.

Berikut kelima Fintech P2P Lending yang izin terdaftarnya dibatalkan OJK:

ojk batalkan izin pinjaman online
ojk batalkan izin pinjaman online via ojk.go.id

1. Dynamic Credit

Platform Fintech P2P Lending yang diselenggarakan oleh PT Dynamic Credit Asia ini sebelumnya telah mengantongi izin OJK dengan nomor terdaftar S-3422/NB.111/17. Lantaran dianggap melanggar peraturan OJK izin terdaftar PT Dynamic Credit Asia sebagai perusahaan penyelenggara pinjam meminjam berbasis teknologi informasi dibatalkan sesuai Surat Diriktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech nomor S-617/NB.213/2018.

2. Tunaiku

PT Tunaiku Fintech Indonesia sebagai sebagai salah satu perusahaan Fintech Lending di Indonesia rupanya juga mendapatkan sanksi serupa. Meski sebelumnya izin terdaftar OJK telah diberkan sesuai surat nomor S-234/NB.213/2018 namun pada pertengahan tahun 2018 ini OJK membatalkan pemberian izin tersebut melalui Surat Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech Nomor S-616/NB.213/2018.

Sebagai tambahan, Tunaiku merupakan platform pinjam meminjam online yang sebelumnya menawarkan pinjaman tanpa agunan secara online dengan nominal pengajuan antara Rp 2 juta hingga Rp 15 juta untuk jangka waktu 6-16 bulan.

3. Relasi

PT Relasi Perdana Indonesia yang menjalankan platform Relasi sebagai sarana pinjam meminjam online awalnya telah terdaftar OJK dengan surat terdaftar S-4193/NB.111/2017. Namun karena melanggar aturan OJK izin terdaftar Relasi telah dibatalkan berdasar Surat Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech Nomor S-615/NB.213/2018.

4. Pinjamwinwin

PT Progo Puncak Group atau yang lebih dikenal dengan platform PinjamWinwin sebelumnya merupakan P2P Lending yang menawarkan pinjaman uang online Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000 dengan tenor antara 10-30 hari. Pinjamwinwin sendiri sebenarnya telah mendapatkan izin OJK dengan nomor terdaftar S-4112/NB.111/2017. Sayangnya belum juga genap setahun izin terdaftar tersebut dibatalkan lantaran melanggar aturan OJK.

5. Karapoto

Nasib serupa juga dialami oleh PT Karapoto Teknolgi Finansial atau yang kerap disebut dengan Karapoto. Perusahaan yang sebelumnya telah mendapatkan izin OJK dengan dengan nomor terdaftar S-18/NB.213/2018 tersebut dengan terpaksa harus dibatalkan OJK. PT Karapoto Teknologi Finansial sendiri memiliki kantor di JL. Stadion RT 006/03 Kelurahan Stadion, Kecamatan Kota Ternate, Maluku Utara. Sebagai gambaran Karapoto menyelenggarakan pinjam meminjam online yang hadir menawarkan layanan keuangan peer to peer.

Selain membatalkan izin terdaftar kelima Fintech P2P Lending di atas, OJK juga telah mencabut izin terdaftar Fintech DanaKita. PT Danakita Data Prima melalui platform DanaKita merupakan penyelenggara pinjam meminjam online yang menawarkan pinjaman mulai Rp 5.000.000 hingga Rp 10.000.000. Sebenarnya DanaKita telah berizin OJK sejak tahun lalu dengan surat teraftar S-1861/NB.111/2017. Sayangnya karena alasan pelanggaran izin terdaftar tersebut dicabut OJK lantaran melanggar POJK Nomor 77/POJK.01/2016.

Akibat izin terdaftar dibatalkan dan dicabut OJK keenam Fintech di atas diwajibkan untuk menghentikan operasional. Bahkan OJK juga mewajibkan mereka menghapus informasi yang terdapat di website resmi serta menghapus aplikasi dari google playstore. Untuk itu bagi anda yang saat ini masih memiliki tanggungan hak dan kewajiban di keenam Fintech di atas sebaiknya segera menyelesaikan hak dan kewajiban tersebut.