32 Fintech Peer to Peer Lending Terdaftar OJK: Berikut Daftarnya

Peer to Peer Lending Terdaftar OJK – Secara umum Financial Technologi (Fintech) dapat kita sebut sebagai terobosan baru di dunia teknologi yang dimanfaatkan dalam mewujudkan layanan keuangan untuk membantu perusahaan dalam mengelola aspek keuangan bisnis mereka. Fintech sendiri memiliki banyak jenis baik yang digunakan untuk memudahkan perdagangan, investasi, asuransi, pengelolaan aset, pembayaran, sekuritas, maupun pinjam meminjam yang kemudian dikenal sebagai Peer to Peer Lending (P2P Lending). Fintech P2P Lending sendiri dapat kita artikan sebagai platform jasa keuangan yang mempertemukan antara pencari pinjaman dan investor (pemberi pinjaman) dengan memanfaatkan jaringan internet (online).

Dari pengertian di atas dapat kita pahami bahwa keberadaan fintech P2P Lending memiliki manfaat langsung bagi 3 (tiga) pihak yakni pencari pinjaman, investor, dan perusahaan (platform) itu sendiri.

Manfaat Peer to Peer Lending Bagi Pencari Pinjaman

Salah satu manfaat Platform Fintech Peer to Peer Lending yakni memudahkan pencari pinjaman dalam memperoleh pinjaman uang baik untuk kebutuhan konsumtif maupun pinjaman untuk menunjang kebutuhan produktif (modal kerja). Dengan demikian pengajuan pinjaman kini dapat dilakukan secara online dengan mengandalkan teknologi dan jaringan internet. Hal ini setidaknya memberikan warna baru di bidang layanan keuangan dimana pada layanan tradisional, pencari pinjaman diharuskan mendatangi lembaga keuangan (perbankan) untuk mengajukan pinjaman yang mereka butuhkan.

Memanfaatkan teknologi dan jaringan internet dalam mencari pinjaman memberikan cukup besar keuntungan. Beberapa diantaranya yakni proses yang lebih mudah, efektif, dan dapat dilakukan dimana saja tanpa harus mendatangi lembaga jasa keuangan yang bersangkutan. Kendati demikian saat memilih fasilitas P2P Lending untuk mengajukan pinjaman online kami sarankan bagi anda untuk memilih perusahaan legal yang telah terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manfaat Peer to Peer Lending Bagi Investor

Sebagaimana konsep utama Peer to Peer Lending yang mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Selain memberikan manfaat bagi pencari pinjaman, Peer to Peer Lending juga bermanfaat bagi investor yang berperan sebagai pemberi pinjaman. Hadirnya platform P2P Lending memudahkan para investor menyalurkan dana dengan tujuan memperoleh keuntungan secara finansial. Pun demikian setiap perusahaan platform pinjam meminjam online menawarkan keuntungan dengan menggunakan sistem berbeda.

Terobosan baru ini bisa menjadi jawaban bagai penyandang dana untuk menginvestasikan uang mereka guna memperoleh keuntungan. Disisi lain, bunga deposito di Indonesia yang saat ini dirasa sangat kecil menjadikan investasi di bindang Peer to Peer Lending sebagai solusi terbaik yang lebih menguntungkan. Kendati demikian kembali pada pedoman investasi yang aman, pastikan anda menaruh dana pada perusahaan P2P Lending legal dan terdaftar di OJK.

Manfaat Peer to Peer Lending Bagi Perusahaan

Perusahaan P2P Lending berperan sebagai penyedia, dan pengelola platform pinjam meminjam berbasis teknologi yang tunduk dan patuh terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagai penyedia dan pengelola, P2P Lending juga berperan dalam menentukan kelayakan calon peminjam menerima pinjaman dengan tujuan menekan tingkat risiko kredit macet.

Dari jasa tersebut terdapat beberapa biaya biasanya berupa suku bunga, hasil bagi, biaya persetujuan, dan lain sebagainya yang dibebankan bagi investor maupun penerima pinjaman. Dari beberapa biaya tersebut perusahaan mendapatkan keuntungan yang dapat dipergunakan sebagai operasional sekaligus dana utama pengembangan platform mereka.

Selain ketiga manfaat bagi masing-masing pihak di atas, kehadiran Fintech P2P Lending secara tidak langsung juga bermanfaat bagi ekonomi nasional. Beberapa diantaranya memberikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi secara global lantaran sumber pendanaan semakin mudah diakses oleh pelaku usaha di Indonesia.
gambar

Perkembangan Fintech di Indonesia

Dalam beberapa tahun belakangan, Fintech P2P Lending memiliki trend positif dalam berperan sebagai jasa keuangan digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencatat pertumbuhan penyaluran pinjaman melalui plaform P2P Lending di Indonesia mencapa angka Rp 2,5 triliun pada tahun 2017 dan diyakini akan meningkat pesar di tahun 2018. Menariknya lagi, perkembangan penyaluran dana tersebut tidak hanya terjadi di Pulau Jawa melainkan juga meningkat di luar Pulau Jawa.

Kehadiran P2P Lending diyakini akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Indonesia di masa yang akan datang, terlebih model pembiayaan tersebut mampu memberikan kontribusi secara merata di seluruh wilayah baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Sistem pendanaan secara global menjadi salah satu keunggulan finansial teknologi dibandingkan dengan lembaga keuangan tradisional yang sangat terbatas dalam menyalurkan dana di luar jawa.

Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa setiap tahun segmen UMKM membutuhkan pendanaan sebesar Rp 1.700 triliun. Sedangkan lembaga keuangan yang ada saat ini baru bisa memenuhi Rp 700 triliun dari permintaan tersebut. Dari data tersebut secara jelas masih terdapat Rp 1.000 triliun kebutuhan kredit UMKM yang belum mampu dipenuhi oleh lembaga keuangan khusus perbankan di Indonesia. Terobosan baru di bidang finansial teknologi diharapkan mampu menjadi jawaban atas keterbatasan ketersediaan pinjaman bagi UMKM.

p2p lending ojk

Daftar Fintech Peer to Peer Lending Terdaftar OJK

 

 

Perkembangan Fintech Peer to Peer Lending memang terbilang cukup pesat. Hingga saat ini telah ada ratusan pemain P2P Lending dan 32 diantaranya telah terdaftar dan mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan. Berikut 32 Fintech Peer to Peer Lending yang telah terdaftar dan di awasi OJK (tertanggal 25 januari 2018).

1. Danamas

Danamas menjadi fintech P2P lending pertama yang terdaftar OJK. Platform P2P Lending yang diselenggarakan oleh PT Pasar Dana Pinjaman tersebut menawarkan fitur pinjam meminjam yang dapat dengan mudah dioperasikan oleh pencari pinjaman dan investor. Awalnya Danamas menjadi merk dari PT Komunindo Arta Digital yang telah berdiri sejak tahun 2000. Dengan berbagai pertimbangan dan tujuan, perusahaan tersebut kemudian berganti menjadi PT Pasar Dana Pinjaman dan beroperasi di bawah induk perusahaan Sinarmas Finansial Service.

Danamas memberikan tawaran bagi masyarakat di Indonesia khususnya sektor UMKM dalam upaya memperoleh pinjaman produktif. Akses dan kebutuhan modal kerja yang selama ini dirasa sulit untuk didapatkan usaha produktif menjadi alasan utama Danamas memprioritaskan pendanaan bagi sektor usaha produktif mikro.

Dengan mengusung konsep Peer to Peer Lending (P2P Lending) Danamas menjadi platform yang mempertemukan antara pencari pinjaman dengan investor secara online sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam perjanjian pinjam meminjam.

2. KoinWorks

KoinWoks adalah layanan pinjam meminjam online yang dimotori oleh PT Lunaria Annua Teknologi. Dengan berperan sebagai penghubung, KoinWorks mennerapkan sistem penilaian terhadap calon peminjam sehingga aman bagi penyandang dana atau investor dan peminjam itu sendiri. Mengusung konsep Peer to Peer Lending KoinWorks tunduk dan patuh terhadap peraturan OJK (POJK) nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Platform yang diwujudkan dalam situs website memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan pinjam meminjam dengan mudah dan efisien. Dengan mengandalkan sistem online, KoinWorks mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi peminjam dan investor untuk sama-sama mencapai keuntungan. Dengan dana mulai Rp 100.000 masyarakat dapat berinvestasi dengan keuntungan mencapai 18% p.a. Disisi lain, KoinWorks juga menjadi wadah bagi pencari pinjaman tanpa jaminan yang diwujudkan dalam tiga jenis produk yakni pinjaman bisnis, pendidikan, dan kesehatan.

3. Dana Kita

Turut serta mewarnai perkembangan Fintech di Indonesia PT Danakita Data Prima menawarkan Plaftorm Dana Kita sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam berbasis teknologi. Dengan mengikuti ketentuan Peer to Peer Lending, Dana Kita menerima pendaftaran bagi investor dan juga menerima pengajuan pinjaman dari calon peminjam. Dengan demikian bisa kita simpulkan bawah dana yang dipinjamkan oleh Danakita merupakan uang yang bersumber dari investor terdaftar.

Fintech Dana Kita menjadi salah satu P2P Lending yang terdaftar OJK bersamaan dengan KoinWorks pada tanggal 24 April 2017. Dengan izin penyelenggaraan tersebut, Dana Kita tidak hanya memperoleh legitimasi namun juga mencerminkan keamanan dan perlindungan konsumen baik investor maupun peminjam.

Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan menginvestasikan dana mulai Rp 100 juta. Disisi lain anda yang sedang membutuhkan pendanaan bisa mengajukan pinjaman dana tunai dengan nominal Rp 5.000.000 sampai Rp 10.000.000.

4. Amartha

PT Amartha Mikro Fintek merupakan lembaga keuangan yang telah beroperasi sejak tahun 2010. Dengan pengalaman dan misi sebagai penghubung pelaku usaha di pedesaan dengan investor, PT Amartha Mikro Fintek berinovasi menjadi Fintech P2P lending dengan platform Amartha. Fasilitas pinjam meminjam online yang ditawarkan Amartha menjadi warna tersendiri ditengah maraknya lembaga keuangan sejenis. Pengguna secara mudah dapat bergabung sebagai pemberi dana dengan mendanai pengusaha mikro (peminjam) mulai Rp 3.000.000.

Disisi lain, pengusaha juga dimudahkan mengajukan kredit mikro online mulai Rp 1,5 juta dengan pilihan jangka waktu 3,6, sampai 12 bulan. Salah satu keunggulan Amartha dalam memberikan pendanaan yakni dapat menjangkau pengusaha mikro di pedesaan sehingga memberikan manfaat sosial terhadap kesejahteraan masyarakat.

5. Fintech Modalku

Modalku adalah fintech P2P Lending rintisan PT Mitrausaha Indonesia Group yang meyakini menjadi Peer to Peer Lending terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Sebagai platform ternama Modalku tidak sembarangan dalam memberikan persetujuan pinjaman. Hanya aplikasi kredit yang memenuhi persyaratan dan lolos review ketat yang bisa memperoleh pendanaan. Dengan demikian layanan pinjaman modal usaha yang ditawarkan Modalku sangat aman bagi pendana (pemberi pinjaman) dan pencari pinjaman. Investor dapat menempatkan dana dengan minimum deposito sebesar Rp 10 juta.

Disisi lain, Modalku menawarkan kemudahan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memperoleh modal dalam upaya meningkatkan kualatas kan kapasitas usaha. Dengan metode Peer to Peer Lending diyakini biaya yang selama ini menjadi syarat dalam proses pinjam meminjam secara tradisional dapat ditekan sehingga meringankan biaya yang timbul atas perjanjian tersebut. Sayangnya untuk wilayah Indonesia Modalku baru bisa diakses oleh UKM yang berdomisili di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Kendati demikian tidak menutup kemungkinan layanan pinjaman modal usaha yang Modalku ditawarkan lebih luas ke wilayah lain.

6. Investree

Sebagai Fintech P2P Lending yang telah terdaftar OJK, Investree menawarkan keuntungan bagi peminjam dan pemberi pinjaman. Platform P2P Lending yang dimotori oleh PT Investree Radhika Jaya ini dapat anda jadikan sebagai altenatif memperoleh pinjaman untuk berbagai keperluan.

Secara garis besar Investree memungkinkan bagi pengguna khususnya peminjam untuk mengajukan pembiayaan dalam dua jenis yakni pinjaman personal dan pinjaman bisnis. Pinjaman personal sendiri dapat anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti biaya kesehatan, biaya pernikahan, biaya renovasi rumah, pendidikan, liburan, hingga kredit kendaraan bermotor. Investree juga dikenal sebagai salah satu Fintech Syariah karena menawarkan produk pembiayaan usaha syariah bagi pelaku UKM di Indonesia.

7. AwanTunai

Kendati mengikuti peraturan OJK sebagai perusahan Peer to Peer Lending, AwanTunai memberikan fasilitas berbeda dengan keenam fintech di atas. Adapun tawaran pembiayaan AwanTunai lebih cenderung sebagai fasilitas cicilan tanpa kartu kredit yang dapat dimanfaatkan pengguna sebagai alternatif pembiayaan untuk pembelian barang. Demikian pula fasilitas investasi yang umumnya dibuka oleh Fintech P2P Lending juga tidak dipublikasikan secara jelas.

8. KlikACC

KlikACC menjadi Peer to Peer Lending yang secara resmi terdaftar di OJK tertanggal 15 Juni 2017. Di bawah naungan PT Aman Cermat Cepat, KlikACC menjadi jawaban atas kebutuhan pinjaman dan investasi. Bagi investor, terdaftar sebagai pemberi pinjaman memiliki tingkat keuntungan lebih besar secara finansial dibandingkan dengan bunga deposito. Disisi lain KlikACC juga berperan sebagai analis, rating, dan scoring kredit dengan menilai aplikasi pinjaman online yang diajukan oleh calon peminjam. Prosedur ini dilakukan untuk meminimalisir masalah kredit macet sekaligus menciptakan keuntungan bagi peminjam dan pemberi pinjaman.

9. Crowdo

Dengan mengusung konsep pendaan gotong royong pada UKM, Crowdo terlihat ingin menunjukkan bahwa platfotm P2P Lending tersebut ditujukan sebagai layanan pinjaman bagi pelaku UKM. Kendati terdaftar sebagai Peer to Peer Lending, Crowdo lebih tepat disebut sebagai crowdfunding yang memberikan fasilitas penggalangan dana bagi Usaha Kecil Mengah. Di sisi lain, Crowdo dapat dijadikan sebagai media investasi uang secara online dengan aman lantaran telah terdaftar OJK sejak tahun 2017.

10. Akseleran

Akseleran merupakan fintech peer to peer lending terdaftar OJK dengan nomor surat S-2983/NB.111/17. Sebagai penghubung antara UKM yang membutuhkan permodalan dengan investor yang memiliki dana lebih untuk mendanai pinjaman penting kiranya Akseleran mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan. Selain sebagai legitimasi bahwa platform Fintech yang dirintis oleh PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia tersebut menjadi perusahaan legal, terdaftarnya Akseleran diOJK juga memberikan kekuatan hukum serta perlindungan bagi konsumen.

Pelaku usaha khususnya segmen Kecil Mikro dapat memperoleh pinjaman modal usaha dengan jangka waktu antara 1 bulan sampai 48 bulan. Menariknya, Akseleran menawarkan pinjaman dalam dua jenis yakni dengan agunan dan tanpa agunan. Bila memilih pengajuan pinjaman tanpa agunan, pelaku usaha tidak perlu menyediakan jaminan. Sebaliknya, bila pengajuan pembiayaan yang dipilih menggunakan jaminan maka calon peminjam perlu menyediakan jaminan baik berupa kendaraan bermotor, saham, maupun properti dan tanah. Adanya kedua jenis pengajuan tersebut sangat berarti dalam proses review dan persetujuan yang dilakukan Akseleran termasuk penetapan suku bunga yang menjadi beban peminjam.

11. Uang Teman

Kendati pernah menjadi cibiran lantaran disebut sebagai rentenir yang memanfaatkan teknologi online oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 4, Santoso Wibowo. Toh saat ini Uang Teman juga telah terdaftar OJK dengan nomor surat terdaftar S-2970/NB.111/17. Fasilitas pinjaman online yang ditawarkan PT Digital Alpha Indonesia melalui platform Uang Teman sangat mudah dilakukan. Hanya dengan syarat KTP, rekening bank, dan bukti penghasilan Rp 3 juta per bulan nasabah dapat mengajukan pinjaman dengan proses cepat. Kendati demikian suku bunga yang dibebankan bagi debitur yang mencapai 30% per bulan perlu menjadi perhatian dan bahan pertimbangan sebelum mengajukan aplikasi kredit.

12. Dompet Kilat

Dompet Kilat menjadi P2P Lending di bawah naungan PT Indo FinTek. Media pinjam meminjam online yang satu ini secara transparan menawarkan investasi sekaligus pinjaman bagi masyarakat Indonesia. Dengan mengikuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, Dompet Kilat memberikan manfaat bagi penyandang dana maupun penerima pinjaman.

13. Taralite

Taralite menjadi salah satu perusahaan pembiayaan online terkemuka di Indonesia. Secara umum Taralite menawarkan dua jenis layanan pinjaman yakni Kredit Modal Kerja, dan Kredit Multiguna yang dapat diajukan secara online. Fasilitas Kredit Multiguna memungkinkan masyarakat memperoleh pembiayaan untuk keperluan konsumtif seperti biaya pendidikan, pernikahan, persalinan, renovasi rumah, dan lain sebagainya.

14. KIMO

KIMO merupakan perusahaan teknologi finansial yang berperan sebagai wadah untuk mempertemukan antara pencari pembiayaan modal kerja dengan pemberi modal secara mudah,cepat, dan aman. Hal yang membedakan layanan pinjaman online KIMO dengan perusahaan lain yakni mengenai pemanfaatan dana pinjaman itu sendiri. KIMO lebih mentargetkan pemanfaatan bagi masyarakat yang berjualan pulsa dimana pinjaman hanya dapat digunakan untuk membeli pulsa yang akan dijual kembali.

15 TunaiKita

TunaiKita adalah perusahaan teknologi yang menyediakan produk pinjaman tunai mulai Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta. Dengan mengutamakan lending robot sebagai analis data, Tunaikita menerapkan sistem skor kredit yang sangat bermanfaat bagi calon peminjam. Secara umum, produk pinjaman yang ditawarkan Tunaikita terdiri dari dua jenis yakni pinjaman jangka pendek dan cicilan berjangka.

peer to peer lending ojk

 

Selain 15 fintech di atas, masih terdapat sekitar 17 platform pinjam meminjam online atau fintech peer to peer lending terdaftar OJK. Berikut daftar lengkap Fintech P2P Lending yang terdaftar di OJK:

16. Pinjaman Winwin (PT Progo Puncak Group) ;

17. Relasi (PT Relasi Perdana Indonesia);

18. Igrow (PT iGrow Resources Indonesia);

19. Cicil (PT Cicil Solusi Mitra Teknologi);

20. Dana Cepat (PT Pendanaan teknologi Nusa);

21. Dynamic (Credit PT Dynamic Credit Asia);

22. FINTAG (PT Fintegra Homido Indonesia);

23. Invoila (PT Sol Mitra Fintec);

24. Qreditt (PT Qreditt Indonesia);

25. Dana Merdeka (PT. Intekno Raya);

26. Cash Wagon (PT Cash Wagon Indonesia);

27. Esta Kapital (PT Esta Kapital Fintek);

28. Ammana (PT Amanna Fintech Syariah);

29. Gradana (PT Gradana Teknoruci Indonesia);

30. Dana Mapan (PT Mapan Global Reksa);

31. Aktivaku (PT Aktivaku Investama Teknologi); dan

32. Karapoto (PT Karapoto Teknolgi Finansial);

Daftar Fintech di atas merupakan penyelenggara Fintech Peer to Peer Lending terdaftar OJK tertanggal 25 Januari 2018. Masih banyaknya perusahaan fintech yang berminat mendaftarkan diri ke OJK tidak menutup kemungkinan Peer to Peer Lending ke depan akan semakin bertambah. Untuk memperoleh update informasi terbaru ikuti terus pekembagannya melalui halaman UangPinjam.com.