2019, Rupiah Plus Targetkan Pencairan Pinjaman Rp 1,5 Triliun

Diposting pada

Rupiah Plus adalah salah satu Fintech P2P Lending di Indonesia yang telah beroperasi 1,5 tahun. Selama itu pula aplikasi pinjam meminjam yang dikelola oleh PT Digital Sinergy Technology tersebut telah mencairkan duit pinjaman bagi masyarakat sebesar Rp 3 triliun. Tidak heran jika memasuki tahun kedua Rupiah Plus mentargetkan penyaluran pinjaman Rp 1,5 triliun di tahun 2019. (Baca: Review RupiahPlus)

Selama ini Rupiah Plus menawarkan pinjaman kilat dalam dua plafon yakni Rp 800 ribu dan Rp 1,5 juta dengan tenor 14 hari. Prosedur pengajuan sendiri dapat dilakukan melalui aplikasi yang bisa diinstall via playstore.

pinjaman online rupiah plus 2019

Dilansir dari halaman jpnn.com (28/11) Rebecca Wang selaku CEO Rupiah Plus mengatakan bahwa pihaknya menyasar kalangan menengah ke bawah. Data yang paling menakjubkan yakni dari sejumlah peminjam selama ini, 50 persen diantaranya adalah wanita dan didominasi oleh ibu rumah tangga yang memiliki bisnis atau usaha.

Menurutnya saat ini banyak perusahaan Fintech Ilegal yang dengan sengaja menjiplak nama serta logo Rupiah plus. Hal tersebut kiranya perlu diwaspadai masyarakat karena pihak-pihak yang tak bertanggung jawab kerap menawarkan pinjaman dengan potongan biaya administrasi tanpa adanya pemberitahuan.

Bahkan tidak sedikit dari Fintech illegal tersebut tidak memiliki customer service dan menggunakan alamat kantor fiktif. Untuk itu Rebecca menghimbau kepada masyarakat untuk bersikap cerdas dan waspada memilih aplikasi pinjaman uang online.

Sebagai Fintech P2P Lending terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rupiah Plus senantiasa mengikuti regulasi OJK dalam malakukan kegiatan penagihan. Mulai dari pelatihan dan penagihan Rupiah Plus selalu menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dalam setiap melaksanakan penagihan, Rupiah Plus selalu dilakukan dengan sopan, beretika, dan tegas. Namun tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan Rupiah Plus tidak mengizinkan penagihan oleh karyawannya dilakukan melalui Whatsapp.

Saat ini, Aplikasi Rupiah Plus telah diunduh oleh sekitar satu juta orang, dan 375 ribu diantaranya aktif melakukan peminjaman.

Menurut Randy Salim Chief Corporate Communications Officer Rupiah Plus, dari total pelanggan yang melakukan pinjaman kredit macet hanya 4%-6%. Sementara itu untuk tahun 2019 Rupiah Plus menargetkan pencairan pinjaman lebih dari USD 100 juta atau jika dirupiahkan sekitar Rp 1,5 triliun.

Asal tahu saja, Rupiah Plus telah terdaftar OJK sebagai penyelenggara pinjam meminjam berbasis teknologi informasi sejak awal 2018 dengan nomor terdaftar S-59/NB.213/2018.

Adapun produk yang ditawarkan berupa pinjaman kilat sejumlah Rp 800 ribu dan Rp 1,5 juta dengan pilihan jangka waktu selama 7 dan 14 hari. Syarat pengajuan pinjaman sangat mudah cukup dengan mengisi formulir pengajuan melalui aplikasi dan melengkapi dokumen berupa KTP dan foto diri.